:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/2274348/original/076435700_1531175760-WhatsApp_Image_2018-07-09_at_10.06.08_PM.jpeg)
Pada kesempatan ini, Idrus juga menyampaikan lima pesan Presiden Joko Widodo terkait penanganan musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun.
Pertama, pemerintah berusaha secara maksimal menemukan korban. Presiden telah menginstruksikan seluruh tim bersama pemerintah setempat dan masyarakat, all out dalam upaya menemukan kapal itu.
Kedua, Presiden juga meminta kepada Menteri Sosial dan jajarannya agar mengurus keluarga korban dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, Kemensos yang dalam klaster penanganan kebencanaan bertugas di bidang logistik, maka dalam musibah ini memberi bantuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga seperti tenda, dapur umum, dan selimut.
Ketiga, jangan bicara manifest. Semua korban harus dibantu tanpa perlu menunggu manifest. Menurut Mensos, rekomendasi Bupati setempat telah cukup sebagai dasar penyerahan bantuan dan santunan.
Keempat, penataan dan pengelolaan Danau Toba dilakukan secara profesional. Pesan terakhir atau kelima, disiplin menegakkan aturan di bidang transportasi. Perusahaan angkutan sungai dan danau yang tidak mengikuti aturan tidak diberi izin operasional.
Di akhir arahannya, Mensos juga menyinggung peran pemerintah daerah agar lebih sensitif dalam memonitor kebutuhan warganya.
"Pesan Presiden kalau rakyat kesusahan, pemerintah harus hadir. Ketika menyangkut kepentingan rakyat, apapun harus dipertaruhkan," terang Idrus Marham.
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:
Keluarga korban KM Sinar Bangun melakukan tabur bunga di atas danau Toba saat pencarian korban dihentikan pemerintah.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Mensos Serahkan Bantuan Rp 3 Miliar untuk Korban KM Sinar Bangun"
Post a Comment