Search

Rekomendasi 200 Mubalig Jadi Polemik, Ini Kata Menag Lukman

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama merilis 200 mubalig atau penceramah agama Islam pada Jumat, 18 Mei 2018. Rekomendasi itu pun menuai polemik di tengah masyarakat.

Menanggapi hal itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa rilis 200 mubalig itu dalam rangka memberi pelayanan atas pertanyaan masyarakat yang membutuhkan nama mubalig.

"Ini bukan seleksi, bukan akreditasi, apalagi standardisasi. Ini cara kami layani permintaan publik," terang Menag yang dikutip dari kemenag.go.id, Senin (21/5/2018).

Menurut Menag Lukman, rilis itu juga bukan dalam rangka memilah-milah penceramah. Rilis dibuat sesuai dengan usulan beberapa kalangan yang sudah masuk ke Kementerian Agama dan akan terus diupdate.

Untuk itu, dalam rilis yang disampaikan, Kementerian Agama juga menyertakan nomor WhatsApp yang bisa dijadikan sarana menyampaikan masukan. Nomor WA tersebut 08118497492.

"Kami menerima banyak sekali masukan dari masyarakat. Dengan senang hati kami akan merilis beberapa yang belum masuk. Kami sudah menyatakan bahwa rilis ini sifatnya dinamis," tuturnya.

"Silakan saja publik menyampaikan. Kami membuka diri selebarnya untuk menerima masukan," sambung dia.

Ditanya apakah ada motif politik dalam rilis tersebut, Menag Lukman menegaskan bahwa itu sama sekali tidak ada. Daftar 200 mubalig dibuat secara alamiah sesuai daftar usulan yang masuk dari pengurus ormas keagamaan, masjid besar, dan lainnya.

Let's block ads! (Why?)

Kalo Berita nya Ga lengkap buka link di samping https://www.liputan6.com/news/read/3533557/rekomendasi-200-mubalig-jadi-polemik-ini-kata-menag-lukman

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Rekomendasi 200 Mubalig Jadi Polemik, Ini Kata Menag Lukman"

Post a Comment

Powered by Blogger.